Ingin tahu rasanya jadi pengusaha kaya di Indonesia? Ingin tahu rasanya jadi bupati/pejabat di tanah Jawa? Ingin tahu bagaimana rasanya menjadi penguasa pulau dewata? Ingin tahu lebih banyak tentang Jakarta jaman dahulu kala? Percaya atau tidak, semuanya bisa kita dapatkan dalam waktu kurang dari 4 jam!
Keempat pertanyaan di atas menjadi tema utama empat buah board games (permainan papan) atau lebih tepatnya Eurogames yang cukup sukses: Indonesia, Java, Bali, dan Batavia. Sayangnya ke-empat permainan papan tersebut bukanlah hasil karya anak bangsa melainkan produk impor dengan label harga yang bisa membuat kita geleng kepala.
Board game umumnya mengangkat tema yang spesifik serta menarik, dilengkapi dengan peraturan yang mendetail tapi tetap mudah diikuti, mekanisme permainan yang menantang logika (sekaligus meminimalkan faktor keberuntungan), dan menuntut adanya interaksi yang cukup sering antara para pemain, jauh berbeda dari berbagai permainan papan yang umumnya telah lama kita kenal (ular tangga, ludo, atau halma). Tema yang diangkat sangat bervariasi, mulai dari sejarah/legenda (Alhambra, Tajmahal, Marcopolo), tempat-tempat menarik di seluruh belahan dunia (Indonesia, Manila, Niagara), cerita dari buku/film (Lord of the Ring, Pilars of the Earth) , dan berbagai tema umum yang biasa kita dapati alam keseharian kita (perdagangan, politik, interaksi sosial). Beberapa di antaranya bahkan dilengkapi dengan ilustrasi dan komponen permainan yang begitu indah sehingga layak disebut sebagai sebuah karya seni.Dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya, board games berhasil menjadi sebuah komoditas sangat menarik (sekaligus mahal).
Di banyak negara Eropa, pencipta board game (umumnya dikenal sebagai game engineer/game designer) menjadi sebuah profesi yang cukup menjanjikan dan sangat dihargai, bahkan dianggap setingkat dengan para pengarang buku . Seorang game engineer dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai di bidang matematika dan statistika, karena umumnya kedua hal tersebut menjadi faktor penting dalam penciptaan mekanisme permainan. Selain itu mereka juga umumnya dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang tema yang diangkat (sejarah, psikologi, ekonomi, literatur, dll). Sehingga sebuah proces penciptaan permainan papan bisa dilihat sebagai sebuah proses riset yang kompleks. Salah seorang game engineer terkemuka Friedemann Friese bahkan telah merencanakan proses riset selama 5 tahun untuk ide permainan terbarunya (www.2f-spiele.de).
Dua karakteristik utama dari board game, tema dan mekanisme permainan, juga menjadikan board game menjadi sebuah produk yang memiliki fungsi ganda. Selain funsi utama sebagai alat hiburan, board game juga dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar yang efektif. Setiap permainan papan umunya dilengkapi dengan keterangan minimal umur pemain yang disarankan, disesuaikan dengan tingkat kesulitan permainan. Board gamen untuk anak-anak dan keluarga umumnya lebih banyak menekankan faktor edukasi sederhana dan interaksi/komunikasi yang intensif diantara pemain. Untuk level kesulitan yang lebih tinggi umumnya dibutuhkan lebih banyak perhitungan dan perencanaan/strategi untuk bisa memenangkan permainan. Berbeda dengan catur, yang hanya bisa dimainankan oleh dua orang, permainan papan umumnya dimainkan oleh lebih dari dua orang, ditambah mekanisme yang unik menjadikan permainan ini relatif lebih kompleks dan tentunya lebih menarik.
Sayangnya, hingga saat ini board game masih menjadi suatu produk import yang relatif mahal dan belum bisa dinikmati oleh masyarakat banyak. Walaupun komunitas penggemar permainan ini di Indonesia telah semakin banyak ( http://www.indoboardgames.com/ ), tetap saja kita kesulitan untuk bisa menikmati permainan jenis ini.
Tapi hal ini tidak akan berlangsung lama, karena KUMMARA coba menghadirkan permainan ini untuk kita semua. Buat semua yang ingin coba main board game bisa langsung berkunjung ke Saung KUMMARA di Jl. Ciumbuleuit 163 Bandung. Selain mencoba boardgame temen-temen juga bisa menikmati banyak menu istimewa dan fasilitas Wifi gratis. Dalam waktu dekat KUMMARA juga akan coba merintis board game produksi Indonesia, sehingga suatu hari kita semua bisa memiliki board game berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Jadi tunggu apa lagi…ingin tahu lebih banyak tentang board games? ingin coba main board game? punya ide untuk membuat board game? Ayo gabung dengan KUMMARA dan kita hadirkan produk-produk kreatif untuk semua!
Ayo kita ber-KUMMARA-ria!
Ditulis oleh Eko Nugroho, pernah diterbitkan oleh NetSains dan telah diedit seperlunya untuk KUMMARA.Hi...senang bisa bertemu lagi! Jangan lupa kunjungi kami di Saung KUMMARA, Jl. Ciumbuleuit 163 Bandung, ada banyak menu yummy, events heboh, dan (board)games seru!












{ 1 trackback }
{ 3 comments… read them below or add one }
waaa, keren abis! saya senang sekali mengikuti kreativitas dalam boardgame (via boardgamegeek[dot]com) dan berharap dapat memainkannya bersama teman-teman untuk menghabiskan waktu dengan lebih baik (dibandingkan dengan permainan digital yang menurut saya lebih mengarah pada individualistic entertainment). kendalanya memang di biaya dan ketersediaan boardgame di indonesia.
salah satu solusi yang saya ambil adalah melalui print n’ play boardgame, meskipun kualitas mekanisme dan komponen sangat minim. namun hal ini pun terbentur lagi oleh kurangnya semangat teman-teman dan keluarga dalam menanggapi ‘budaya baru’ yang dibawa oleh boardgame tersebut. mekanisme permainan yang cukup rumit dan banyaknya variabel yang terlibat dalam permainan seringkali memberatkan orang baru untuk tertarik mencoba bahkan memainkannya hingga tuntas (apalagi berulang kali).
semoga dengan adanya kummara (dan komunitas-komunitas boardgame di indonesia lainnya), sedikit demi sedikit masyarakat dapat menjelajahi budaya baru yang lebih ‘manusiawi’ dibandingkan hiburan digital dari konsol atau komputer, ataupun tayangan tv , dan sebagainya yang mengandung interaksi sosial dengan ekstrapersonal yang lebih sedikit.
p.s. penjelasan tentang apa itu kummara ada di mana sih?
Hi Rheza…
Makasih buat komentarnya. KUMMARA baru aja kirim email langsung ke Rheza, mudah-mudahan bisa ngejawab pertanyaan Rheza.
Sekali lagi terima kasih.
Salam,
wah wah.. malu juga nih baru tau.. hehehe.. maen ah ke saung kummara..