Hari ini dengan bangga KUMMARA memperkenalkan Barrak3, sebuah band masa depan Indonesia. Walau terbilang masih “belia”, Barrak3 telah mampu menunjukkan karya dan kreativitasnya di belantika musik Indonesia. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita semua bisa berkenalan dan menikmati lagu-lagu Barrak3 secara langsung di Saung KUMMARA Bandung :).
—————————————————
BARRAK3
BARRAK3 berdiri pada 20 April 2007. Nama grup band ini mengandung arti tiga keluarga dalam satu wadah atau bisa juga berarti mereka anak tentara yang berdomisili di Komplek AURI Dirgantara III Jakarta. Barrak3 digawangi 4 personil yang mempelajari musik secara otodidak dan didukung orang tua masing-masing yang menggemari musik.
Motor penggerak Barrak3 adalah Reza Irvan Sadad (gitaris) merupakan personil paling tua berusia 14 tahun. Hobinya mendengarkan musik dan mahir mencipta lagu yang banyak terinsipirasi dari grup band kesayangannya, yaitu Superman Is Dead dan Steven and Coconut.
“Saya menyukai musik SID tapi tidak kelakuan personilnya. Musiknya asyik,” ujar Reza yang mencipta lagu sejak kelas 4 SD. Kini Reza sekolah di SMP 128 Jakarta dan berharap lagu-lagu Barrak3 bisa diterima masyarakat.
Kukuh Pahlawan Noviandra (basist) mengenal alat musik sejak kelas 5 SD. Ia menyukai band Ungu dan Red Hot Chilli Paper.
Lelaki kelahiran 10 November 1996 ini duduk di kelas 2 SMP 24 Jakarta dan memiliki watak periang. Namun bukan berarti dia tidak pernah mengalami demam panggung. “Waktu pertamakali manggung grogi banget soalnya dilihat banyak orang, tapi sekarang sih cuek aja,” jelas Kukuh yang juga hobi bermain bola.
Adapun sang vokalis bernama Dwiki Iqbal Maulana yang berusia 12 tahun. Dia akrab disapa Kiki dengan karakter pendiam dibanding personil lain, dan menggandrungi game Play Station.Pelajar SMP 230 ini sangat menyukai penampilan panggung Cangchuter dan lagu-lagu band Ungu.
“Pengalaman yang paling berkesan pada saat manggung di Senayan dan bisa main dengan Naff, band yang sudah terkenal,” jelas Kiki.
Personil paling kecil adalah Sulthan Hafiiz Hakiim, kelahiran 20 agustus 1999. Tapi kecil-kecil cabe rawit, karena gebukan Sulthan sebagai drummer juga garang. Selain menguasai drum yang dipelajarinya sejak masih duduk di kelas 2 SDN, Sulthan juga bisa bermain gitar.
“Semuanya diajarin Abang Reza, kalau Ayah ngajarin ketukannya. Organ bisa sedikit-sedikit, tapi kalo angklung belajar di sekolah,” tambah Sulthan yang mendapat peringkat juara kelas.
Kini, dia duduk di kelas 5 di SD Angkasa 12 Jakarta dan sangat mengagumi drummer Netral, Eno. Pengalaman manggung di Pekalongan menjadi kenangan tersendiri karena Barrak3 menjadi bintang tamu dalam acara yang dihadiri bupati setempat dan berharap Barrak3 bisa menjadi band papan atas Indonesia.
Profile Barrak3 ditulis oleh Mbak Salma Indria R. (Barrak3 Management) untuk KUMMARA. Barrak3 Management Komp. Dirgantara III No.893 Halim Perdanakusuma, JakartaHi...senang bisa bertemu lagi! Jangan lupa kunjungi kami di Saung KUMMARA, Jl. Ciumbuleuit 163 Bandung, ada banyak menu yummy, events heboh, dan (board)games seru!












{ 2 comments… read them below or add one }
Salut utk Barrack 3…. semoga bisa menjadi band yg unggul di Indonesia.
kerenn khan? mudah2an sebentar lagi kita bisa liat & denger live-nya di Saung KUMMARA
Jangan lupa maen ke saung KUMMARA ya!